Pendidikan

SDN 1 Sanggaberu Terus Mengharap Perhatian Serius Pemerintah

Oleh: Administrator Monday, 29 June 2026 - 09:03 WIB 2 kali dibaca
SDN 1 Sanggaberu Terus Mengharap Perhatian Serius Pemerintah

DETIK 1 ACEH. - Di tengah gencarnya program pembangunan pendidikan, kondisi SD Negeri 1 Sangga Beru, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil justru memunculkan tanda tanya besar. Sekolah yang telah berdiri sejak tahun 1980-an ini hingga kini masih bergelut dengan keterbatasan fasilitas dasar.

Minimnya infrastruktur seperti paving blok, pagar sekolah, MCK, hingga kekurangan Ruang Kegiatan Belajar (RKB) menjadi potret nyata yang memprihatinkan. Padahal, sekolah ini telah puluhan tahun berkontribusi mencetak generasi di daerah tersebut.

“Sudah kami ajukan sejak tahun sebelumnya, tapi belum juga terealisasi secara menyeluruh. Sementara kondisi sekolah terus membutuhkan perhatian serius,” ujarnya Kepala sekolah, Erlinda Sari, S.Pd, Kamis (30/4/2026).

Fakta ini memunculkan pertanyaan: sejauh mana komitmen pemerintah daerah dalam pemerataan pembangunan pendidikan, khususnya bagi sekolah-sekolah lama yang justru menjadi fondasi pendidikan di daerah?

Ironisnya, SDN 1 Sangga Beru berada di wilayah yang berbatasan langsung dengan area Hak Guna Usaha (HGU) sejumlah perusahaan besar. Namun hingga kini, kontribusi nyata terhadap pembangunan fasilitas pendidikan di sekitar wilayah tersebut dinilai belum terlihat signifikan.

Salah satu tokoh masyarakat setempat menegaskan bahwa sudah saatnya pemerintah tidak bekerja sendiri, melainkan mendorong keterlibatan pihak perusahaan.

“Perusahaan seperti PT KKS dan PT Sofindo beroperasi tidak jauh dari sini. Sudah seharusnya ada tanggung jawab sosial yang nyata, terutama untuk pendidikan anak-anak di sekitar wilayah mereka,” tegasnya.

“Jangan sampai sekolah tua yang sudah berjasa justru terus terabaikan. Ini bukan hanya soal fasilitas, tapi masa depan anak-anak kita,” tambahnya.

Kondisi ini menjadi cermin bahwa pemerataan pembangunan pendidikan di daerah masih menyisakan pekerjaan rumah. Tanpa langkah cepat dan konkret, ketimpangan fasilitas pendidikan dikhawatirkan akan terus berlanjut—dan yang paling dirugikan adalah generasi penerus itu sendiri.(Ras)

Bagikan: