Pekan Kreatif Perempuan Nelayan Rumbia, HakA Ajak Generasi Muda Peduli Lingkungan Lewat Seni
DETIK 1 ACEH – Desa Teluk Rumbia, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil merupakan salah satu desa yang memiliki hubungan erat dengan alam, budaya, dan kehidupan masyarakat di sekitar kawasan Suaka Margasatwa Rawa Singkil. Kehidupan masyarakat yang bergantung pada hutan, rawa, sungai, dan hasil alam menjadikan lingkungan sebagai bagian penting dari identitas serta ruang hidup bersama.
Di tengah berbagai tantangan lingkungan yang terus terjadi, diperlukan ruang kreatif yang mampu melibatkan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan. Salah satu pendekatan yang dilakukan yakni melalui kegiatan seni dan kreativitas berbasis budaya lokal.
Melalui kegiatan “Pekan Kreatif Perempuan Nelayan Rumbia”, Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh atau Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh menghadirkan ruang bersama untuk belajar, berbagi cerita, dan menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan melalui karya seni kreatif.
Kegiatan yang berlangsung di Sapo Mesinanggel, Desa Teluk Rumbia, selama dua hari, Jumat hingga Sabtu, 22–23 Mei 2026 tersebut mengangkat potensi lokal berupa pelepah rumbia sebagai media kreativitas. Dalam bahasa Singkil, rumbia dikenal sebagai batang sagu yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
HakA mencoba mengangkat potensi tersebut melalui program melukis yang melibatkan anak-anak tingkat SMP sebagai generasi muda untuk menyalurkan kreativitas dan imajinasi mereka di atas media pelepah rumbia.
Kegiatan ini memiliki sejumlah tujuan, di antaranya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan kawasan Rawa Singkil, mendorong keterlibatan anak-anak serta masyarakat dalam kampanye lingkungan melalui seni kreatif, memanfaatkan media berbasis lokal sebagai sarana edukasi lingkungan, hingga menciptakan ruang belajar, berekspresi, dan berkolaborasi bagi masyarakat desa.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menghasilkan karya kreatif bertema lingkungan sebagai media kampanye masyarakat.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan seperti edukasi lingkungan dan pengenalan Rawa Singkil, pengenalan media topi pelepah rumbia, sesi inspirasi dan teknik melukis bersama trainer, praktik menggambar dan mewarnai, hingga presentasi karya peserta.(R01)